Ads 468 X 60

TSFP, Hadir Menjawab Minimnya Perencana Keuangan Syariah


Agus Rijal, Saat Kuliah Perdana Training For Shariah Financial Planner Batch I 
di Podomoro City , Sabtu (25/6)

Di saat lembaga keuangan syariah semakin berkembang di Indonesia seperti perbankan syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, tetapi tidak dengan perencana keuangan syariah. Faktanya belum ada data pasti mengenai jumlah perencana keuangan syariah di Indonesia sehingga perlu adanya sebuah wadah yang mendorong kepada terbentuknya sebuah komunitas yang mewadahi para perencana keuangan syariah mengkaji dan lebih mendalami peran sebagai Financial Planner yang mengedepankan kepada prinsip syariah. Hal tersebut diungkapkan oleh Agus Rijal selaku Perencana Keuangan Manajemen dan Pemasaran ArRijal  & Partners yang merupaan pencetus lahirnya Training Shariah Financial Planner bersama dengan Ahmad Gozali , Perencana Keuangan Safir Senduk dan Rekan.


 Ahmad Gozali, Perencana Keuangan Syariah bersama Puarman

“Training Shariah Financial Planners ini berawal dari niat untuk berkontribusi bagi perkembangan keuangan syariah di Indonesia . Setelah diskusi dengan Ahmad Gozali sekitar setahun yang lalu , akhirnya kami berkomitmen bahwa harus ada trigger dalam bentuk pelatihan, ”ujar lelaki yang dikenal dengan nama Abu Yusuf saat diwawancarai usai membuka pelatihan TSFP Batch I di Podomoro City, Sabtu (25/6).

Meskipun secara statistik belum ada data jelas mengenai berapa perencana keuangan syariah, ungkapnya diharapkan melalui TSFP  akan lebih memudahlan pedataan sekaligus akan lebih menguatkan brand syariah  dimana tujuan syariah harus tetap menjadi landasan utama.

“Data secara resmi belum ada dan diharapkan melalui komunitas ini akan merapat para perencana keuangan syariah,”jelasnya.

Abu Yusuf mengungkapkan bahwa menjadi seorang perencana keuangan syariah yang bersertifikasi itu sangat penuh pertimbangan dimana seorang Shari’ah  Financial Planners selain mereka menguasai  ilmu keuangan melalui berbagai uji kelayakan juga mereka harus memahami Alquran dan As Sunnah yang merupakan landasan utama seorang perencana keuangan syariah.

“Kami berharap melalui Komunitas Perencana Keuangan Syariah ini akan lahir para perencana keuangan syariah yang akan lebih mendukung kemajuan sistem syariah di Indonesia. ”sebut Abu Yusuf lagi.

Dalam TSFP ini, ungkap Abu, pihaknya mencoba lebih mengkonsentrasikan pada isi materi yang mengkolaborasikan berbagai materi  termasuk materi yang disebut Fundamental Shariah Planning yang membahas mengenai perencana keuangan syariah dalam Alquran dan Hadist dengan menghadirkan langsung ahlinya.

“Kami lebih concern ke materi dengan langsung  menghadirkan seorang ustad yang hapal Ilmu Quran dan Alhamdulillah beliau tamatan Kairo Mesir,”jelasnya.

Para Candidate Training For Shariah Financial Planner Batch I

Training for Shariah Financial Planner merupakan Program Certificate of Shari’ah Financial Planner (CSFP) sebagai program non gelar akademis  (diknas) bagi pelaku dan organisasi yang ingin mengembangkan kompetensi manajemen keuangan komprehensif  yang berlandaskan syariah. (jwt)

Sumber: ERA MUSLIM
http://ib.eramuslim.com/2011/06/26/tsfp-hadir-menjawab-minimnya-perencana-keuangan-syariah/
Read more

Kesempatan Training Perencanaan Keuangan Syariah


REVISI:
Promo discount telah berakhir
(artinya peserta  membayar Rp.2.000.000/ orang)

Lokasi training Batch 3
Gedung Pusdiklat Bulog
Ruang MENTIK WANGI
Lantai 4
Jl.Kuningan Timur Blok M2 No.5
(Jl.Gatot Subroto)
Jakarta Selatan
Patokan:
Masuk dari samping Gedung Indonesia Power atau Bulog, Gatot Subroto
Atau
Masuk dari samping Hotel Grand Melia Kuningan 


 


Perencanaan Keuangan Syariah secara definisi terdiri dari 3 kata:

1. Perencanaan;
Proses pengambilan keputusan dari sejumlah pilihan, untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki

2. Keuangan;
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana/ harta kekayaan/ aset

SAMPAI 2 KATA INI AKAN SAMA DENGAN KONVENSIONAL

3.Syariat (peraturan); 
KATA SYARIAH DISEBUT SEKALI DALAM SURAT Al-Jathiyah (45) Ayat 18 YANG MAKSUDNYA Al Qur’an & Al Hadits. Shari'ah ʿ ( bahasa Arab : شريعة sari ʿ ah, IPA: ʃari ʕa ː , "jalan" atau "jalan") adalah kode etik atau hukum agama dari Islam. Kebanyakan Muslim percaya Syariah berasal dari dua sumber utama hukum Islam : ajaran yang tercantum dalam Al Qur'an , dan contoh yang ditetapkan oleh Islam Nabi Muhammad dalam Sunnah (Wikipedia Answers.com Syariah)مقاصد jama’ مقصد- قصدmaksud, tujuanالشريعة secara bahasa adalah tempat menuju ke sumber air tanpa الشريعة secara makna syar’i adalah :Sesuatu yang ditetapkan Allah SWT untuk hambanya berupa ajaran agama.
Korelasi makna bahasa dan makna syar’i: Jalan ke arah sumber pokok kehidupan.مقاصد الشريعة berarti tujuan dan fungsi syariat berupa mendatangkan kemaslahatan, baik dalam bentuk mewujudkan maupun memelihara kemaslahatan tersebut. 
Al-Syatibi mendefiniskan: “maqashid syari’ah bertujuan mewujudkan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat.”

Salah satu bentuk riil petunjuk syariah dalam cashflow;3 Sepertiga, konsep sederhana dalam Perencanaan Keuangan sesuai Sunnah. Resep ini sudah lama dikembangkan, bahkan termuat dalam kitab Riyadushalihin karya Imam Nawawi. Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang mengatur bukan hanya sedekah, namun juga 1/3 untuk konsumsi dan 1/3 untuk modal kerja atau dikembalikan pada usaha yang menghasilkan pendapatan bagi kita. Subhanallah...DAHSYAT!!!!!
Lengkapnya ikuti pelatihannya

Info lebih lanjut hubungi:
Puarman
Hp. 0856 8809 666
Pin BB: 26A1D5BB
Email : puarman@yahoo.com
Read more

Produk "Unit-link" Makin Digemari



JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis asuransi jiwa terus tumbuh Pada tahun 2010 , dengan kenaikan 26,14 persen premi dari tahun sebelumnya, atau mencapai Rp 75,98 triliun yang dikumpulkan oleh asuransi jiwa nasional. Dari angka tersebut, premi produk unit-link mencapai sekitar 58 persen, atau senilai Rp 44,73 triliun. 
 

"Meningkatnya premi di tahun 2010 ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk berasuransi terus meningkat," tutur Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Evelina F Pietruschka, di Jakarta, Jumat ( 15/4/2011 ). 

Produk unit-link semakin digemari karena potensi imbalnya cukup menarik ketimbang yang tradisional. Premi tradisional sendiri mencapai 41 persen dari total premi, atau sekitar Rp 31,24 triliun. "Produk unit-link kaitannya dengan investasi, karena indeks (saham) juga meningkat," jelasnya. 

Pada tahun 2010 , total klaim yang dibayarkan AAJI kepada nasabah mencapai Rp 48,69 triliun atau meningkat 25,78 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan, total dana investasi juga turut tumbuh sebesar 23,58 persen, menjadi Rp. 157 , 340 miliar pada 2010 . 
Ke depannya, AAJI memprediksikan asuransi jiwa akan bertumbuh baik seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 6,5 persen, sekaligus pertumbuhan masyarakat kelas menengah yang signifikan dengan angka sekitar 100 juta jiwa.
AAJI juga menargetkan untuk memiliki 500 ribu agen pada tahun 2012 , dan aset sebesar Rp 500 triliun pada 2014 . Di mana saat ini,asosiasi yang berdiri pada tahun 2002 , baru membukukan aset sebesar Rp 174 triliun. 

Sumber: 
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/15/10324867/Produk.Unit-link.Makin.Digemari





Kami siap membantu anda membuatkan konsep perencanaan keuangan dan asuransi yang tepat sesuai kebutuhan anda.

Info lebih  lanjut hubungi:


Puarman

Menara Thamrin Lt.25, Jl.M.H.Thamrin Kav.3, Jakarta 10250
hp      : 0856 8809 666 / 0821 1110 6542 / 021-9232 4141
Pin BB : 26A1D5BB
email   : puarman@yahoo.com
Read more

Purwacaraka: “Betapa Penting dan Harusnya Asuransi Itu”

 
Akhir-akhir ini semakin banyak saja kita menyaksikan para selebritis & tokoh menderita berbagai penyakit kritis, diantaranya:
  • Gugun Gondrong  yang terkena Tumor Otak,
  • Chrisye yang menderita Kanker,
  • Indro “warkop”menjalani Operasi Jantung,
  • Pepeng divonis penyakit langka  Multiple Sclerosis
  • Mantan Ibu Negara Ainun Habibie terkena Kanker
  • Franky Sahilatua terdiagnosa Kanker Sumsum
  • Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menderita kanker
    paru-paru
  • Dll

Semua itu membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatannya. Kita telah melihat  bagaimana para artis bergotong-royong mengumpulkan dana untuk pengobatan Gugun Gondrong serta adanya malam penggalangan dana yang digelar untuk membantu biaya pengobatan Chriyse maupun Franky Sahilatua.

Jika  tidak mempunyai Asuransi, maka biaya tersebut akan sangat berat dan membebani keluarga serta orang-orang disekitarnya.
Tidak salah di sela-sela malam amal untuk Franky Sahilatua, Purwacaraka berucap:

"Ini diharapkan bisa jadi pelajaran agar tidak terulang kepada musisi atau semua orang. Betapa penting dan harusnya ada asuransi itu. Sehingga jika terjadi kejadian seperti ini, bisa ada yang meng-cover," kata Purwacaraka. (detikhot.com)

Begitupun penuturan Habibie dalam bukunya Habibie & Ainun yang menuliskan bahwa beliau sangat terbantu oleh Perusahaan Asuransi yang meng-cover biaya pengobatan  Ibu Ainun Habibie di Jerman

Data WHO tahun 2002 sangat mengejutkan:

  • 92% sebelum meninggal, orang akan mengalami sakit kritis
  • 1:9 wanita di dunia beresiko terkena kanker
Data tahun terakhir kemungkinan bisa  lebih dahsyat lagi. 

Kita tidak pernah tahu kapan dan penyakit apa yang akan menyerang kita karena itu merupakan rahasia Tuhan. Tapi kita perlu mempersiapkan segala kemungkinan atau  resiko buruk yang akan terjadi, salah satunya dengan Asuransi.

Semoga bermanfaat,
Puarman

Menara Thamrin Lt.25, Jl.M.H.Thamrin Kav.3, Jakarta 10250
hp      : 0856 8809 666 / 0821 1110 6542 / 021-9232 4141
Pin BB : 26A1D5BB
email   : puarman@yahoo.com

Read more

CARA MENABUNG YANG BIJAK

Pada umumnya, orang bekerja/usaha bertujuan untuk mendapatkan penghasilan/uang, dimana uang tersebut akan digunakan untuk memenuhi Kebutuhan Dasar (Makanan, Pakaian dan Rumah). Kemudian sisanya akan ditabung.

Tujuan menabung sendiri adalah untuk:

  • Dana Pendidikan Anak (buah hatinya), bagi yg telah berkeluarga
  • Dana Masa Depan (haji atau pensiun yang lebih baik)
  • Dana Darurat
Dapat dikatakan bahwa ketiganya merupakan IMPIAN dari kebanyakan orang.
Untuk mencapai impian tersebut, orang harus menabung selama 10 ~ 20 tahun…
bahkan sampai seumur hidup.
Lalu, dimana biasanya orang menabung…?

Contoh 1:

Bapak “X” yg merupakan karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta. Beliau berusia 35 tahun dan telah berkeluarga serta memiliki dua orang anak.

Beliau menabung disebuah Bank.

Bulan 1 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 2 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 3 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 4 , Bapak “X” terkena PENYAKIT KRITIS dan membutuhkan biaya Rp.200 Jt.

Apa yg terjadi…?
Apakah Bank akan memberikan dana tersebut…?
Bapak “X” hanya mendapatkan Rp. 6 juta dari tabungannya + Bagi hasil.
Sungguh sebuah MASALAH BESAR.

Contoh 2:

Bapak “Y” yg merupakan karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta. Beliau berusia 35 tahun dan telah berkeluarga serta memiliki dua orang anak.

Beliau menabung disebuah Bank + Asuransi.

Bulan 1 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 2 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 3 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 4 , Bapak “Y” terkena PENYAKIT KRITIS dan membutuhkan biaya Rp.200 Jt.

Apa yg terjadi….?
Apakah Bank akan memberikan dana tersebut?
Karena Bapak “Y” menabung pada bank yang menyertakan asuransi maka ada kemungkinan dana sebesar Rp.200 juta tersebut akan ditanggung oleh asuransinya

Apakah masalah bapak “Y” sudah selesai..??? BELUM.. tentu!

Karena penyakitnya tersebut beliau tidak dapat bekerja dengan maksimal. Lalu, bagaimana dengan biaya hidup keluarganya sehari-hari…?
Bagaimana dengan premi yang harus dibayarnya…?
Bagaimana dengan rencana tabungannya….?
Adakah yang akan mengisi dan melanjutkan tabungannya…?
BAGAIMANA dengan Impian²nya…..?
BAGAIMANA dgn Dana Pendidikan kedua anaknya…..?
BAGAIMANA dgn Kelangsungan hidup keluarganya….?

Adakah semua itu dapat dipenuhinya?

Ini Sungguh sebuah MASALAH BESAR


Contoh 3

Bapak “Bijak” yg merupakan karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta. Beliau berusia 35 tahun dan telah berkeluarga serta memiliki dua orang anak.

Beliau menabung disebuah “Tabungan Khusus”. Tabungan yang terdiri dari Proteksi & Investasi.

Bulan 1 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 2 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 3 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 4 , Bapak “Bijak” terkena PENYAKIT KRITIS dan membutuhkan biaya Rp.200 Jt.

Apa yang terjadi…?

“Tabungan Khusus” akan membayarkan biaya Rp. 200 juta.


Bagaimana dengan Tabungannya?

“Tabungan Khusus” akan menabungkan untuk Bapak “Bijak” sebesar Rp. 2 Juta setiap bulannya hingga Bapak “Bijak” berusia 55 tahun.

Dengan demikian segala IMPIAN bapak bijak akan terwujud walaupun dia terkena sakit kritis...!

Bagaimana mungkin…???
Bagaimana hal ini dapat terjadi….???

Itu SUNGGUH Terjadi di “Tabungan Khusus”. 
Untuk jelasnya silahkan hubungi:
PUARMAN
Agen Asuransi Syariah Berlisensi
hp. 0856 8809 666 / 0821 1110 6542 / 021-9232 4141
Pin BB: 26A1D5BB
YM : puarman
Read more

Sudah Amankah INCOME Anda..???


Kalau kita bekerja / usaha pasti punya INCOME kan…? 
Setelah INCOME digunakan untuk keperluan pokok sehari-hari, jika ada sisa biasanya akan di TABUNG. Untuk orang yang sudah punya keluarga & anak biasanya mereka menabung untuk DANA PENDIDIKAN anaknya & juga mempersiapkan dana untuk masa PENSIUN, HAJI bahkan sebagian besar orang-orang juga mempunyai Asuransi, seperti RUMAH SAKIT, KECELAKAAN, dll.
Apabila masih lebih ada juga yang diinvestasikan ke property, emas, dll.
Kalau begitu INCOME adalah sesuatu yang PALING PENTING kan..??
Pertanyaannya, apakah selama ini INCOME anda sudah terproteksi (terjamin)…???
Seseorang suatu saat bisa kehilangan INCOME karena 3 hal:
  1. MENINGGAL, begitu meninggal dunia income akan hilang.Namun untuk ini tidak perlu khawatir karena biaya hidup juga tidak ada lagi.
  2. PHK/BANGKRUT, ini pun tidak perlu khawatir karena masih bisa cari kerja/usaha lagi.
  3. SAKIT KRITIS (seperti Kanker, Stroke, Serangan Jantung, dll)
Nah, jika sakit kritis ini yang terjadi, maka INCOME akan BERHENTI karena tidak bisa bekerja lagi.
Lalu bagaimanakah cara mengamankan INCOME anda…???
Kami akan membantu anda memberikan konsultasi GRATIS…!!
Silahkan isi data-data berikut:
  1. Nama sesuai KTP
  2. Jenis Kelamin
  3. Tanggal Lahir
  4. Apakah merokok atau Tidak Merokok
  5. Pekerjaan (uraian singkat pekerjaan)
  6. Nomor Telphone/ Hp
  7. Alamat Surat Menyurat
Kirimkan data-data tersebut ke: puarman@yahoo.com
Nanti anda akan menerima solusinya.
Atau hubungi PUARMAN di 0856 8809 666 / 0821 1110 6542 / 9232 4141, Pin BB: 26A1D5BB,  insyaALLAH kami siap membantu anda

Read more

Contoh Dana Pendidikan

Silahkan klik gambar dibawah:

Read more