Ads 468 X 60

Penyakit Jantung & Stroke adalah Pembunuh No.1


Penyakit JANTUNG dan STROKE adalah pembunuh nomor satu di Dunia. Fakta membuktikan bahwa sebanyak 17,5 juta penderita jantung dan stroke yang meninggal setiap tahunnya dan 80 persen terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Sumber http: / / www.analisadaily .com


Penyakit JANTUNG dan pecah pembuluh darah (STROKE) menduduki rangking pertama penyebab kematian di Indonesia.Direktur Utama RS. Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Dr. dr. Anwar Santoso, Sp.JP(K) mengatakan, data tahun 2009 menunjukkan penyakit terbanyak menelan kematian ialah stroke dan jantung koroner sebanyak 36 persen.


Salah satu penyebab timbulnya penyakit tersebut  adalah gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, alcohol, makanan, dll.
Di kota besar, gaya hidup sibuk sudah mejadi trend sehingga mengakibatkan stres. Tidak cukup tidur karena deadline pekerjaan sehingga mengakibatkan perasaan lelah dan penurunan stamina. Ditambah, banyak penduduk kota besar kurang berolahraga. Hanya 2% orang yang berolahraga serius, delapan persen cukup berolahraga dan 31% menggunakan tangga daripada elevator, sisanya 59% tidak pernah berolahraga.

Untuk mengantisipasinya ada beberapa langkah yang bisa ditempuh:
  1. Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat
  2. Melakukan upaya deteksi dini
  3. Menyiapkan diri dari beban Financial yang tinggi  

Tekanan finansial yang dihadapi oleh penderita penyakit kritis, bisa dikurangi dengan mengikuti program asuransi kesehatan dan Asuransi Penyakit Kritis.
Dengan dukungan finansial dari lembaga asuransi, mereka bisa memfokuskan energi mereka pada proses pengobatan dan pemulihan penyakit.

Prudential, sebagai penyedia Asuransi No.1 di Indonesia, mengeluarkan sebuah produk yang dapat menjawab kebutuhan nasabah melalui asuransi penyakit kritis, yaitu perlindungan penyakit kritis tahap awal (PRUearly stage crisis cover – ESCC). Terkena penyakit kritis sangat berdampak serius pada kestabilan kondisi finansial individu.

Tidak hanya untuk jantung dan Stroke, PRUearly stage crisis cover merupakan bentuk perlindungan yang menawarkan sejumlah manfaat finansial secepatnya setelah nasabah terdiagnosa atas 79 kondisi medis yang termasuk dalam kategori tahap awal, menengah dan lanjut dari berbagai penyakit kritis.
Keistimewaan asuransi penyakit kritis ini adalah :
  1. Manfaat dapat dibayarkan lebih awal, tidak perlu menunggu stadium akhir untuk pembayaran claim
  2. Memberikan perlindungan sampai usia 85 thn
  3. Total maksimum manfaat yang dibayarkan sebesar 140% dari uang pertanggungan
  4. Mengcover penyakit yang disebabkan komplikasi diabetes

Informasi lebih lanjut atau konsultasi gratis silahkan hubungi:
Puarman
PT. Prudential Life Assurance
Agency Office
Menara Thamrin Lt.25, 
Jl.M.H.Thamrin Kav.3, Jakarta 10250
hp      : 0856 8809 666 / 0821 1110 6542
Pin bb : 26A1D5BB
Read more

Keuntungan Bekerja Sebagai Marketer Asuransi Syariah


Seorang Marketer Asuransi Syariah, ia bekerja dalam rangka mensyiarkan syariah Islam, pekerjaannya halal dan mendatangkan keberkahan serta mengajak orang untuk beramal shaleh dalam lingkup asuransi syariah.

Lebih dari itu, marketing syariah bukan hanya “bekerja”, namun ia juga berdakwah menuju hidayah Allah SWT.

Apa saja Keuntungan Bekerja sebagai seorang Marketer Syariah jika dilihat lebih jauh dari sudut pandang Syariah itu sendiri ;

1.Pekerjaan sebagai Marketer Asuransi Syariah Lebih Mulia Daripada Khumrin Na’am

Apa khumrin na’am?
Khumurin naam adalah unta berbulu merah yang merupakan simbol harta terbaik yang dimiliki orang arab pada zaman Rasulullah SAW.
Dalam hadits digambarkan bahwa mengajak orang lain untuk berbuat baik “sesuai” dengan hidayah Allah SWT, akan mendapatkan “balasan” yang lebih baik daripada “khumrin na’am.”
Dalam konteks berasuransi, mengajak orang lain untuk berasuransi secara syariah sesuai dengan tuntunan Islam, adalah termasuk dalam “mengajak orang lain untuk berbuat baik sesuai dengan hidayah Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui kamu itu lebih baik bagimu daripada unta merah. (HR. Bukhari)
Tafsir makna khumrin na’am menurut para ahli hadits :
Yaitu unta (berbulu/ berkulit) merah. Ia merupakan harta paling berharga bagi bangsa Arab

2.Pahala Yang Terus Menerus Mengalir

Allah akan memberikan pahala yang tiada akan terputus terhadap orang yang “memprospek” orang lain melakukan kebaikan, selama orang tersebut mengamalkan apa yang kita ajarkan.
Konsep kebaikan dalam Islam adalah bahwa setiap perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan juga. Dan memprospek orang lain untuk berasuransi secara syariah, merupakan bentuk dari mengajak orang lain melakukan kebaikan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya Rasulullah SAW bersabda :
“Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mengajak pada suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikitpun. Dan barang siapa yang mengajak pada suatu keburukan maka ia akan mendapatkan dosa seperti dosa orang mengikutinya tanpa mengurangi dosa orang tersebut sedikitpun.” (HR. Muslim).

3.“Fadhilah” Silaturahim

Diantara konsekwensi marketing adalah “harus” melakukan prospek dari satu orang ke orang lain, dan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Semakin banyak orang yang diprospek dan semakin banyak tempat yang dikunjungi, akan semakin banyak “benefit” yang diterimanya. Sehingga seorang marketing syariah adalah seseorang yang paling banyak prospeknya dan insya Allah yang paling banyak juga clossingnya.
Salah satu benefit dari silaturahim adalah “lapang rizkinya” dan “panjang umurnya”.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :
Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menginginkan rizkinya dipalangkan dan dilanggengkan nama baiknya, maka hendaknya ia “menyambung” tali silaturahimnya.(HR. Bukhari).

4.Mendatangkan Keberkahan

Ketika terjadi transaksi (baca ; clossing) terhadap satu objek, maka Allah SWT akan memberikan keberkahan pada “proses clossing” tersebut, selama dilakukan secara “compliance” dengan syariah.
Compliance yang dimaksud minimal harus memenuhi dua kriteria;
1.Kejujuran
2.Kejelasan (tidak gharar)

Sehingga “ujrah” dari “clossing” yang didapatkan oleh marketing, bukan hanya bernilai halal, namun lebih dari itu, ujrah tersebut juga BERKAH.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda :
Dari Hakim bin Hizam ra, dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, “Dua orang penjual dan pembeli boleh melakukan khiyar selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya benar (jujur) dan menjelaskan keadaan barang (yang diperjual belikan), maka keduanya akan diberikan keberkahan dalam jaul belinya. Dan jika keduanya menyembunyikan dan berdusta, maka akan dihapuskan keberkahan jual belinya. (HR. Bukhari Muslim)

Jadi bagi rekan rekan yang belum memarketingkan ( mensyiarkan ) asuransi syariah kini saatnya untuk memulainya, jadikan asuransi syariah sebagai sebagai bagian dari kebangkitan Ekonomi Islam pada Khususnya,dan Kebangkitan Islam sendiri secara luas.
(Sumber :Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag dengan editing seperlunya.)

Peluang menjadi Agen Asuransi Syariah klik disini


Atau langsung kirimkan cv ke puarman@yahoo.com
atau telp/sms ke 0856 8809 666
Salam Ukhuwah,

Puarman
Prudential Syariah
Agency Office
Menara Thamrin Lt.25
Jl.M.H.Thamrin Kav.3
Jakarta 10250
hp    : 0856 8809 666 / 0821 1110 6542 / 021-9232 4141
email    : puarman@yahoo.com 
www.asuransi-syariah.net



Read more

“Helm versus Sang Pencipta Jagad”


“Rejeki itu sudah ada yang atur, kalaupun saya meninggal, Tuhan pasti sudah mengatur rejeki untuk anak dan istri saya. Punya asuransi jiwa berarti saya tidak beriman….”


“Gak ada jaminan lho dengan  asuransi jiwa. Pasti ada jaminan jika dititipkan pada Tuhan dengan bekal IMAN & AMAL SHOLEH pasti bahagia, pasti sukses dunia akhirat.”


Dalam berbagai kesempatan saya selalu dan selalu membenarkan pendapat-pendapat tersebut. Kok membenarkan? Lha wong memang benar kok, apanya yang mau disalahkan?
Terlalu mulia kalau asuransi jiwa (baca : asuransi kehidupan) disandingkan dengan Tuhan, Sang Pencipta Jagad dan Penggenggam Alam Semesta, Yang Menciptakan Setiap Jiwa ada di Genggaman-Nya . Asuransi Jiwa itu hanya pantas disandingkan sama HELM!


Helm : Kewajiban atau Kebutuhan?

Helm tidak pernah menjamin pemakainya terlindung dari jatuh atau celaka, jatuh mah jatuh aja, celaka mah celaka aja, itu sudah garisnya Allah. Tapi helm itu berfungsi untuk meminimalkan resiko yang terjadi akibat kecelakaan kalaupun tergaris untuk terjadi
Demikian pula asuransi jiwa , ia tidak akan menjamin pemegang polisnya panjang umur, anti-meninggal atau kebal sakit. Ia hanya (baca : hanya, cuma ‘hanya’ doang) berfungsi untuk meminimalkan resiko yang terjadi akibat meninggalnya seseorang….

Kalau resiko jatuh adalah luka, maka helm berfungsi meminimalkan luka yang terjadi, misal kalau gak pakai helm kepala bisa berdarah dan leher kepelintir, tapi kalau pakai helm cuman lehernya aja yang kepelintir (lumayan kan kepalanya gak berdarah)

Dan resiko meninggalnya seseorang adalah : penghasilannya ikut meninggal bersamanya, benarlah Tuhan yang akan menjamin hidup keluarganya, asuransi jiwa hanya akan meminimalkan resiko kekagetan keuangan ketika tiba-tiba penghasilan itu hilang. Hanya serendah itu kok peran asuransi jiwa , tidak perlu sampai disandingkan sampai level Sang Pencipta Jagad.

Wallahua’lam
Hanya Allah Yang Maha Tahu

Tugas kita adalah ikhtiar terbaik
Di jalan raya : jaga perilaku berkendara, rawat bagian motor dengan baik, isi bensin dan pakai helm
Di kehidupan keluarga : jaga kesehatan, perbaiki akhlak keluarga, kuatkan pilar ekonomi, dan miliki asuransi kehidupan 

(by: Gusnul Pribadi)


Read more